Minggu, 16 Oktober 2011

Someday

Suatu hari di tegor pula oleh kawan saya agar untuk memilih agama. Saya memang tidak memeluk agama seperti orang- orang pada biasanya. Namun di masa lampau pun saya mempelajari beberapa agama secara mendalam. Sehingga sedikit- banyak saya mengerti dan tidak buta ketika ada orang- orang yang berusaha untuk mengajak saya ke agama mereka. Namun saya mempunyai agama, agama yang saya anut adalah abstrak tidak berbentuk dan tidak bernama. Saya berdoa dengan cara melakukan apa yang menjadi harapan saya(berdoa tanpa bekerja adalah omong kosong maka dari itu saya berdoa sedikit lalu bekerja sepenuhnya). Setelah melalui penjelasan panjang, akhirnya teman saya pun mengerti apa yang saya dalami dan apa yang saya anut. Agama yang tidak bernama tidak bersekat. Sempat kebingungan pula teman saya mendengar saya berbicara dimana setau dia saya adalah orang yang tidak memeluk agama namun menguasai penuh apa yang dinamakan agama. Lalu saya berikan sedikit kata- kata kepada teman saya. Yang bunyi nya kurang lebih seperti ini: Apakah ada yang menyuruh Buddha Sidharta Gautama untuk menolong orang- orang? Namun mengapa Buddha Sidharta Gautama menolong orang- orang? Jawaban dari pertanyaan ini adalah Karena Sang Buddha Sidharta Gautama mempunyai Spiritual yang tinggi. Dimana dia melakukan semua perbuatan nya itu atas dasar kesadaran diri Sang Buddha Sidharta Gautama dan bukan dikarenakan di suruh ataupun terpaksa. Lalu mengapa orang- orang di Indonesia yang terlihat sangat religius namun mental dari orang- orang Indonesia ini sendiri terlihat seperti orang yang tidak mempunyai agama? Orang- orang di Indonesia terlalu terjebak di ritual dari agama itu sendiri. Namun untuk spiritual nya mereka sangat- sangat lah rendah. Namun mereka tidak sadar bahwa yang harus di kejar adalah bukan sekedar ritual dari agama itu. Namun Spiritual dari diri masing masing lah yang harus mereka kembangkan dan mereka latih untuk menghadap Sang Pencipta dari segalanya. Sang Mutlak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar